JATENG - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X melakukan pemugaran total Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Pemugaran ditargetkan rampung hingga Oktober 2026.
Candi Hindu ini sempat terpendam material erupsi Gunung Merapi. Pemugaran meliputi 14 lapis batuan penyusun candi. Hingga Senin (30/3), tim BPK baru membongkar lapis ke-9.
Baca juga: Stok BBM Jateng Aman, Masyarakat Diminta Bijak Gunakan Energi
Penanggung Jawab Rekonstruksi Candi Losari, Junawan, mengatakan pemugaran juga menyasar rekondisi aliran air di kaki candi. Tim akan memberi treatment khusus pada pondasi agar air tidak naik ke bagian atas melalui kapilarisasi.
"Tahun ini sasarannya sampai lapis 14, mencakup kaki dan dua lapis tubuh bawah. Belum keseluruhan selesai tahun ini," ujarnya.
Candi Losari pertama kali ditemukan pada 2004, terkubur material Merapi sedalam 6 meter. Setelah digali, ditemukan tiga candi perwara dan satu candi induk dalam kondisi runtuh.
Juru pugar Restu Hidayat menjelaskan, kondisi candi amblas kemungkinan akibat gempa dan erupsi Merapi, termasuk aliran lahar dingin.
"Sepertinya kurang stabil dan kurang kuat. Makanya harus dibongkar total sampai ke bawah," jelasnya.
Ke depan, ada wacana memperluas area kompleks candi melalui penggalian lanjutan di sisi selatan dan barat yang diduga masih menyimpan struktur batu candi.
"Pemugaran ini diharapkan membuat Candi Losari tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga jadi situs bersejarah yang representatif untuk edukasi dan wisata budaya di Magelang," ujar Restu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang