Warga menata tembakau kering di gudang Desa Karanggedong, Ngadirejo, Temanggung (Dok. Antara).
JATENG - Para petani di wilayah lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, Kabupaten Temanggung, mulai mengolah lahan untuk menanam tembakau memasuki awal musim tanam tahun ini.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung, Siyamin, menyampaikan kesiapan petani sudah matang. Namun keberhasilan musim ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah dan pabrik.
Baca juga: Kebijakan WFH Kurangi Kualitas Kerja ASN, Wali Kota Pekalongan Tolak Keras Kebijakan
"Menjelang masa tanam, kami sangat berharap ketersediaan pupuk, terutama pupuk khusus tembakau, dapat terjamin merata dan mudah diakses. Pupuk adalah kunci awal menjaga kualitas emas hijau kami," ujarnya di Temanggung, Senin (13/4).
APTI menekankan pentingnya regulasi yang tidak memberatkan petani di sisi hulu, sehingga mereka tetap memiliki gairah bertanam di tengah kenaikan biaya produksi.
"Kami siap bekerja keras di ladang, dan mohon dukungan nyata dari semua pihak agar musim tanam tahun ini membawa berkah," katanya.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Temanggung, Sumarno, mengimbau petani melakukan percepatan tanam pada April-Mei 2026 sebagai strategi menghadapi musim kemarau. Tanaman diharapkan masih mendapat pasokan air dari sisa musim hujan. Petani juga diminta menyiapkan cadangan air di lahan untuk penyiraman saat kemarau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA