Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 08:41 WIB

Eko Sunyoto:Seniman Tari Yang Menghidupkan Relief Candi Borobudur

Author

MEko Sunyoto, seniman tari asal Kabupaten Magelang, konsisten menghadirkan kisah relief Candi Borobudur melalui karyanya (dok/Pemkab Magelang).

JATENG - Seniman tari asal Kabupaten Magelang, Eko Sunyoto, konsisten menghadirkan keindahan dan filosofi relief Candi Borobudur melalui berbagai karya tari kontemporer, salah satunya Tari Kinnara Kinnari.

Karya ini menggambarkan makhluk setengah manusia dan setengah burung yang menjaga Kalpataru, pohon kehidupan, serta pundi-pundi rezeki, terinspirasi dari relief Candi Pawon di Magelang.

“Kinnara Kinnari menceritakan manusia setengah burung yang menjaga pohon kehidupan dan rezeki,” kata Ki Eko, Kamis (23/1/2025).

Tari ini sempat menarik perhatian dunia saat tampil di International Culture Exchange Sister Borsang Umbrella Festival di Chiang Mai, Thailand, pada 2020, serta meraih penghargaan di Parade Tari Kreasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2023.

Baca juga: Bupati Magelang Serahkan Bantuan Rp251 Juta untuk Warga

Selain Kinnara Kinnari, Ki Eko juga mengadaptasi relief Candi Borobudur menjadi beberapa karya tari lain, seperti Tari Kubera, Lalitavistara, Sudhana Manohara, dan masih banyak lagi.

“Setiap tari memiliki karakter dan nilai kehidupan yang bisa digali dan diambil pelajarannya,” ujarnya.

Berasal dari keluarga sederhana, Ki Eko tertarik seni sejak SD, khususnya tari dan pedalangan. Pada 2008, ia mendirikan Sanggar Tari Kinnara Kinnari di rumahnya di Tingal Kulon, Wanurejo, Borobudur. Kini sanggar ini menaungi ratusan siswa dari berbagai usia, yang berlatih rutin setiap Jumat hingga Minggu.

Selain menciptakan tari, Eko juga menjadi dalang dan pelopor musik tradisional truntung, alat musik membran khas lereng Gunung Merbabu yang dimainkan dengan bilah bambu. Semua karya tari dan musik ini ia ajarkan dengan penuh dedikasi agar seni tradisional Magelang tetap hidup di generasi muda.

Baca juga: Wali Kota Magelang Ajak Warga Bersatu Cegah Stunting

“Anak-anak adalah estafet yang akan melestarikan warisan budaya Indonesia agar tidak hilang dimakan zaman,” tuturnya.

Kini, wisatawan yang mengunjungi Borobudur tidak hanya menikmati keindahan candi, tetapi juga dapat belajar musik gamelan, truntung, dan tari di Sanggar Kinnara Kinnari.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Magelang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU