JATENG - Lapangan Dukuh Tombak, Kabupaten Sragen pada malam Jumat Wage atau yang bertepatan dengan minggu pertama bulan Suro seketika dipenuhi dengan masyarakat. Masyarakat melakukan tradisi yang sudah turun temurun yaitu tradisi Pasar Tombak.
Tradisi ini sekilas berupa seperti jual beli barang di pasar pada umumnya. Namun yang membedakan adalah tak berlakunya proses tawar-menawar. Acara ini sudah berlangsung turun-temurun untuk mendapatkan keberkahan.
Baca juga: Warna-Warni Bunga dan Budaya Lokal Tampil dalam Festival Bunga Bandungan Ke
Barang-barang yang dijual beragam diantaranya kebutuhan rumah tangga, peralatan pertanian, peternakan, serta perlengkapan dapur. Pengunjung yang datang juga bukan berasal dari desa setempat, namun juga ada dari daerah lain.
Antusiasme masyarakat untuk mengunjungi acara ini sangat diapresiasi oleh Wakil Bupati Sragen, Suroto. Wabup sangat mengapresiasi atas dilaksanakannya acara ini.
Menurutnya acara ini dapat dikenakan pada generasi muda agar tetap melestarikan budaya lokal. Harapanya dengan adanya acara ini juga bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian para pedagang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan