Selasa, 01 JULI 2025 • 21:51 WIB

Selain Warteg, Tegal Ternyata Punya 5 Tradisi Unik yang Wajib Kamu Tahu

Author

Ragam Budaya ((DOK/Semilir))

JAWA TENGAH - Tegal adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki masyarakat dan keragaman budaya yang sangat unik, sehingga tak heran jika Tegal pernah mendapat julukan sebagai Jepang yang Indonesia. Salah satu alasan utama Tegal mendapatkan julukan tersebut karena keahliannya dalam industri logam. Selain ahli dalam bidang industri, Tegal juga memiliki keunikan dibeberapa bidang seperti budaya hingga makanannya. Selain makanan, masyarakat Tegal memiliki banyak tradisi-tradisi yang cukup unik. Berikut rinciannya: 

Tradisi Moci 

Merupakan tradisi menikmati teh asli dari Tegal yang disajikan menggunakan teko yang berasal dari tanah liat yang diminumnya ketika pagi dan sore. Tradisi minum teh ini bukan hanya minum teh tetapi juga menjadi ajang pemererat silaturahmi, dan mempererat hubungan sosial di masyarakat Tegal. Tradisi teh poci telah dilakukan sejak jaman penjajahan Belanda.

Tradisi Prebegan 

Tradisi ini umumnya dilakukan oleh masyarakat Tegal dalam rangka menyambut datangnya hari raya Idul Fitri yang di mana masyarakat khususnya ibu-ibu pada h-1 menjelang hari raya Idul Fitri akan pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan atau makanan yang akan disajikan sebagai jamuan di hari raya. Untuk tradisi perbegan ini kini sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Tradisi Mutih

Tradisi mutih merupakan tradisi yang dilakukan oleh para calon pengantin wanita, yang mana calon pengantin wanita tersebut tidak diperbolehkan memakan nasi putih dengan lauk pauk yang enak dan tidak diperbolehkan memakan tahu putih yang tidak di masak hingga ijab qabul dilangsungkan. Tidak hanya itu saja para pengantin laki-laki dan perempuan dilarang untuk bertemu, namun masih diperbolehkan berkomunikasi melalui via telepon dan internet.

Tradisi Unggah-unggahan

Tradisi ini dilaksanakan ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadan, pada tradisi ini masyarakat biasanya akan membuat hidangan berupa makanan atau jajanan yang akan dibagikan ke tetangga sekitar, sistemnya masyarakat saling bertukar. 

Tradisi Mudun Lemah

Tradisi Pada saat itu ibu dari anak tersebut membuat bubur cadil dan bubur sumsum yang kemudian dibagikan kepada warga sekitar. Sejarah turun temurun masyarakat Tegal sampai saat ini masih menjalankan tradisi-tradisi yang sudah berlangsung sejak dulu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU