JATENG - Rawa Pening adalah danau alami seluas 2.670 hektar di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terletak di antara Ambarawa, Salatiga, dan Bawen.
Memiliki sejarah yang panjang, kini rawa pening menjadi salah satu obyek wisata air di Kabupaten Semarnag yang banyak dikunjungi wisatawan.
Sejarah panjang membentuk rawa pening yang kita kenal sampai sekarang, kisah legenda yang membuat orang bertanya-tanya terkait kebenarannya.
Jadi, dahulu di sebuah desa yang bernama Ngasem, terdapat sepasang suami istri yang bernama Ki Hajar dan Nyai Selakanta yang dikenal pemurah dan suka menolong sehingga sangat dihormati oleh masyarakat.
Baca juga: Dies Natalis Ke-24 SMK Nurul Islam Selenggarakan Jalan Sehat Bersama Masyarakat dan Wabup
Meskipun mereka belum dikaruniai seorag anak, mereka selalu rukun dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
Sang istri merasa kesepian karena saat suaminya pergi rumahnya terasa sepi, ia menginginkan seorang bayi agar rumahnya ramai.
Mendengar hal tersebut Ki Hajar meminta izin kepada Nyai Selakanta untuk bertapa dan berdoa kepada sang pencipta, dan Nyai pun memberikan izin.
Keesokan harinya, berangkatlah Ki Hajar ke lereng Gunung Telomoyo. Tinggallah kini Nyai Selakanta seorang diri dengan hati semakin sepi.
Berminggu-minggu, bahkan sudah berbulan-bulan Nyai Selakanta menunggu, namun sang suami belum juga kembali dari pertapaannya. Hati wanita itu pun mulai diselimuti perasaan cemas kalau-kalau terjadi sesuatu pada suaminya.
Suatu hari, Nyai Selakanta merasa mual dan kemudian muntah-muntah. Ia pun berpikir bahwa dirinya sedang hamil. Ternyata dugaannya benar. Semakin hari perutnya semakin membesar. Setelah tiba saatnya, ia pun melahirkan. Namun, alangkah terkejutnya ia karena anak yang dilahirkan bukanlah seorang manusia, melainkan seekor naga.
Ia menamai anak itu Baru Klinthing. Nama ini persis seperti nama tombak milik suaminya.
Ajaibnya, meskipun berwujud naga, Baru Klinthing dapat berbicara seperti manusia. Nyai Selakanta pun terheran-heran bercampur haru melihat keajaiban itu. Namun di sisi lain, ia juga sedikit merasa kecewa. Sebab, betapa malunya ia jika warga mengetahui bahwa dirinya melahirkan seekor naga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia