JATENG - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengoptimalkan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta mempercepat penyaluran bantuan pangan untuk mengendalikan harga beras dan menjaga pasokan di masyarakat.
Pemimpin Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan beras SPHP adalah instrumen strategis pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga dan menekan gejolak pasar.
Baca juga: Harga Cabai Rawit Temanggung Naik Jadi Rp65.000 per Kg Akibat Cuaca Hujan
"Penyaluran terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dirasakan merata," ujarnya di Purwokerto, Minggu (7/6).
Capaian distribusi (hingga 6 Juni 2026):
- Beras SPHP (sejak Maret): hampir 5.000 ton
- Total SPHP sejak awal tahun: 16.600 ton
- Bantuan pangan: 13.029,98 ton (71% dari target 18.370,88 ton), diterima 651.499 PBP dari total 918.544 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Stok beras Bulog Banyumas saat ini 85.017,3 ton, mencukupi untuk wilayah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap.
Bulog juga menyalurkan Minyakita sesuai HET Rp15.700/liter, realisasi 881.808 liter.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog bersama pemangku kepentingan akan terus memastikan harga stabil dan kebutuhan pangan terpenuhi," pungkas Prawoko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA