JATENG - Perayaan Hari Suci Waisak 2570 BE di Candi Borobudur dimeriahkan dengan festival lampion dan pertunjukan drone. Konferensi pers digelar di Halaman Lalitavistara, Kompleks Borobudur Cultural Center, Jumat (22/5).
Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menegaskan komitmen pemerintah memastikan kenyamanan umat. "Waisak di Borobudur memiliki keunikan yang tidak ditemukan di belahan dunia lain. Kami ingin ruang ini membangkitkan semangat toleransi dan kerukunan," ujarnya.
Baca juga: Cegah Kekerasan Seksual, Poltekkes Yogya Gelar Literasi Kesehatan Reproduksi Sejak Dini di Sawangan
Tradisi Thudong "Indonesia Walk for Peace 2026":
- 50 biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia berjalan kaki sejauh 666 kilometer dari Brahma Arama Vihara, Singaraja, Bali.
- Mulai 9 Mei, dijadwalkan tiba di Borobudur 28 Mei 2026.
Rangkaian Acara:
- Bakti sosial pengobatan gratis: 23-24 Mei
- Penjemputan Api Suci dari Mrapen: 29 Mei
- Air Suci dari Umbul Jumprit: 30 Mei
- Detik-detik Waisak: 31 Mei, pukul 15.44.44 WIB (prosesi dari Candi Mendut dimulai lebih pagi, pukul 10.00 WIB)
Puncak Kemeriahan:
- 2.570 lampion perdamaian diterbangkan (sebelumnya diajak meditasi bersama)
- 570 drone menceritakan tiga peristiwa penting Sang Buddha, pukul 22.30 WIB
Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, mengatakan tahun ini ada makna lebih dalam: "Menyalakan pelita di dalam batin terlebih dahulu sebelum menyebarkan cahaya ke dunia."
Direktur Komersial Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Richard Panutur, memastikan kesiapan: lampu tambahan 80 titik, kendaraan listrik, aplikasi MyCandi Guide, dan parkir diperluas hingga 850 mobil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang