Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyambut hangat program CDCSUI (Pemkab Magelang).
JATENG - Pemerintah Kabupaten Magelang memulai langkah strategis menjaga kekayaan genetik pertanian lokal melalui program Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI), di Kantor Bupati Magelang, Rabu (6/5).
Program global yang didanai Global Environment Facility (GEF) ini merupakan kolaborasi antara Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dengan Kementerian Pertanian RI, melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen).
Baca juga: Bupati Temanggung: Otonomi Daerah Instrumen Penting Pemerataan Pembangunan
National Project Manager CDCSUI, Sudarsono, menjelaskan Kabupaten Magelang terpilih sebagai lokasi demplot (kebun percontohan) bersama Maluku Utara dan Kalimantan Tengah. Fokus utama pelestarian plasma nutfah pada lima komoditas: padi, uwi, talas, cengkeh, dan pala.
"Kita hadapi perubahan iklim ekstrem. Dengan mengonservasi padi lokal yang sudah beradaptasi puluhan tahun, kita punya cadangan genetik untuk masa depan," ujar Sudarsono.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyambut hangat program ini dan menginstruksikan perangkat daerah mengawal penentuan lokasi demplot di Kecamatan Sawangan, Dukun (padi lokal), serta Desa Kalirejo, Salaman (umbi-umbian).
Komoditas percontohan di Magelang: beras merah, beras hitam, talas, dan uwi.
Kepala Distanpangan Magelang, Romza Ernawan, mengatakan tujuan program ini bukan sekadar pelestarian, tetapi juga memberikan nilai tambah dan pendampingan hilirisasi agar produk pangan lokal memiliki daya saing ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang