Serah terima bibit kopi kepada petani Borobudur melalui Padepokan Diponegaran (Pemkab Magelang).
JATENG - Ribuan bibit kopi diserahkan kepada masyarakat di kawasan Borobudur sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan berbasis agroforestry, Senin (6/4). Penyerahan dilakukan melalui Padepokan Diponegaran dan Agroforestry Kopi Lestari.
Perwakilan Yayasan Move Nusantara, Dewi Madayanti, menjelaskan bibit yang dibagikan berasal dari sejumlah kawasan pegunungan bernilai historis dan simbolis.
Baca juga: Polisi Ungkap 318 Kasus Narkoba di Jateng Selama Januari–Februari 2026
"Sebanyak 1.025 bibit kopi robusta dari Gunung Welirang, dan 3.150 bibit Arabika dari Gunung Semeru. Kami harap tanah dan bibit dari gunung-gunung ini dapat disatukan di Borobudur sebagai simbol persatuan Nusantara," ujarnya.
Perwakilan Padepokan Diponegaran, KRT Dipoyudo Raharjo Wibowo, menyampaikan bibit kopi akan disalurkan ke petani milenial di kawasan Borobudur, termasuk Desa Ngadiharjo di lereng Perbukitan Menoreh. Hasil panen nantinya tidak hanya dijual sebagai kopi, tetapi juga dikembangkan menjadi produk turunan seperti wine kopi.
"Kopi cukup dirawat, tidak perlu sering menanam ulang. Ini investasi jangka panjang untuk generasi berikutnya," imbuhnya.
Founder Agroforestry Kopi Lestari, Shalahuddin, menjelaskan program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif pengembangan lahan tidak produktif di kawasan Menoreh sejak dua tahun terakhir. Pendampingan berkala kepada petani menjadi kunci keberhasilan.
"Ke depan, kawasan Menoreh hingga Sumbing akan kami kembangkan menjadi kawasan agroforestry kopi terpadu," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Magelang