Air Laut Berdampak Buruk Pada Pertanian, Unit Pengembangan UMKM Bank Indonesia Tegal Beri Tanggapan
JATENG - Petani di wilayah Pekalongan utara saat ini sedang memghadapi masalah pengelolaan lahan.
Kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan dan pasang surut air laut menyebabkan banjir rob.
Lokasi pertanian yang dekat dengan laut menyebabkan daerah tersebut mengalami intrusi air laut, yakni tingginya kadar salinitas tanah yang berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian.
Proses bercocok tanam masyarakat menjadi terhambat, tanaman susah tumbuh sehingga produksi untuk kebutuhan harian pokok mereka menurun.
Dari pihak Bank Indonesia Tegal menanggapi hal tersebut dan merespon dengan memberikan solusi.
Baca juga: Gubernur Jateng Pastikan Stok Pangan Aman Meski Sejumlah Daerah Terdampak Banjir
Pihak Unit Pengembangan UMKM Bank Indonesia Tegal telah menyiapkan dan
memfasilitasi pembuatan lahan percontohan atau demplot seluas tiga hektar berbasis aplikasi digital. Teknologi tersebut memungkinkan petani memantau kondisi tanaman secara lebih akurat dan real-time.
Dengan adanya lahan tersebut diharapkan petani bisa memperlancar produksi konsumsi.
Selain itu, lahan juga bisa digunakan menjadi pusat perbenihan padi biosalin unggul. Hal ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bibit yang tahan terhadap intrusi air laut bagi para petani setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkot Pekalongan