Sabtu, 21 MARET 2026 • 08:00 WIB

Respon Baik dari Kalangan Pelajar Atas Terselenggaranya Kegiatan Speling Psikologi

Author

Gus Yasin meninjau lokasi (DOK/Humas Pemprov Jateng)

JATENG - Selain program MBG yang menjadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, terdapat satu lagi program yang sangat diapresiasi masyarakat.

Program tersebut adalah Cek Kesehatan Gratis, di Jawa Tengah program CKG berkembang menjadi Speling atau Dokter Spesialis Keliling.

Program ini dilakukan untuk memberikan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sudah berlangsung hampir setahun ini, program Speling terus merembet jauh dalam menjangkau masyarakat.

Baca juga: Bupati Rembang Siapkan Dana Rp.10 Miliar Untuk Perbaikan Jalan Akibat Curah Hujan yang Tinggi

Mulai dari rencana awal yang hanya memfokuskan pada penderita penyakit serius bagi kalangan menengah kebawah di masyarakat, hingga kini sudah menjangkau para pelajar dan mahasiswa.

Seperti kegiatan Speling yang dilakukan di Banyumas, menyediakan layanan terbuka bagi masyarakat dan pelajar secara cuma-cuma.

Tidak hanya kesehatan fisik saja yang dicek disana, melainkan terdapat juga pengecekan kondisi mental bersama dokter spesialis dari RSJD dr Amino Gondohutomo dan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo.

Beberapa siswa-siswi yang datang memberikam pendapat yang baik dalam kegiatan Speling ini.

Seperti respon dari siswi SMA Negeri 2 Purwokerto, Seli Mei Saputri (16), mengaku sengaja datang bersama rombongan sekolah untuk memanfaatkan fasilitas ini. Seli berkonsultasi mengenai kegelisahan akademik, yang sering menghantuinya sebagai pelajar.

Baca juga: PMI Jepara Diminta Untuk Menjadi Garda Terdepan Hadapi Masalah Masyarakat

"Tadi didampingi psikolog, rasanya lega sekali. Saya diminta untuk terus berpikiran positif dan menjalani hari dengan memanifestasikan (afirmasi) yang baik," ungkap Seli, dengan senyum sumringah.

Senada dengan Seli, rekan satu sekolahnya, Feni Anindya (17), juga merasakan manfaat besar.

Bagi Feni, berkonsultasi dengan profesional membantu mengurai benang kusut terkait rencana masa depan, yang selama ini membuatnya bingung.

“Jujur, saya sempat bingung menentukan jurusan kuliah. Tapi setelah ngobrol dengan psikolog tadi, alhamdulillah sekarang sudah ada gambaran dan arahan yang jelas. Ini pertama kali saya ikut, dan saya harap program seperti ini bisa ada lagi ke depannya,” tutur Feni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemprov Jateng

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU