JATENG - Mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk tidak hanya melibatkan fasilitas dan infrastruktur yang canggih saja.
Kesadaran dan dukungan dari masyarakat menjadi salah satu faktor yang penting pula dalam menangani masalah sampah.
Hal tersebut disampaikan oleh sekda Jateng Sumarno saat menghadiri rapat Persiapan PSEL Semarang Raya.
Masalah sampah yang kian menumpuk di Kota Semarang dari tahun ke tahun membuat pemerintah harus menciptakan tempat pengelolaan sampah yang baru dan canggih.
Baca juga: TMMD Brebes Resmi Selesai, Masyarakat Brebes Merasa Terbantu
Namun dalam pembuatannya juga membutuhkan dukungan dan bantuan dari daerah-daerah lain.
Dalam kesempatan tersebut, rapat diikuti oleh sejumlah kepala daerah dari beberapa kota di Jawa Tengah.
Seperti, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah, Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Semarang, dan Plt Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana.
Dalam hal ini bukan hanya Pemkot dari beberapa daerah saja yang terlibat dalam pelaksanaan PSEL aglomerasi, namun peran Pemprov Jateng juga diperlukan.
Pemprov Jateng berperan untuk menjamin operasional PSEL, perlu ketersediaan sampah sebanyak 1.500 ton per hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Pemprov Jateng