Sabtu, 18 OKTOBER 2025 • 10:00 WIB

Borobudur Moon: Perpaduan Seni, Budaya, dan Semangat UMKM di Candi Borobudur

Author

Stan UMKM turut meramaikan acara Borobudur Moon (Pemkab Magelang).

JATENG - Candi Borobudur kembali memancarkan pesonanya lewat gelaran perdana Borobudur Moon, yang digelar di Pelataran Marga Utama pada Selasa (7/10) malam.
Acara ini tak hanya menampilkan pertunjukan seni dan budaya, tapi juga menjadi ajang harmonisasi antara spiritualitas Borobudur, kreativitas seniman, dan semangat ekonomi lokal melalui kehadiran UMKM.

Sebelum pertunjukan utama dimulai, para pengunjung disambut dengan deretan 20 stan UMKM yang memamerkan produk-produk khas daerah mulai dari kerajinan tangan, kuliner, hingga kopi lokal.
Suasana hangat dan penuh antusias terasa ketika pengunjung berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha kecil yang ikut berpartisipasi.

Ketua Penyelenggara, Hani Sutrisno, menuturkan bahwa keterlibatan UMKM merupakan elemen penting dalam Borobudur Moon.
“Di acara perdana ini, ada 20 stan yang berpartisipasi, terdiri dari KMK, BUMDesma, Bank Jateng sebagai sponsor utama, serta Disparpora. Harapannya, ke depan jumlahnya bisa lebih banyak,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Magelang Serahkan Bantuan Rp251 Juta untuk Warga

Borobudur Moon sendiri rencananya akan diadakan setiap malam Minggu saat bulan purnama, menjadikannya agenda wisata malam yang berkelanjutan.
Hani menambahkan, acara ini bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga ruang kolaborasi dan peluang bisnis bagi UMKM, termasuk kerja sama, investasi, hingga kemitraan baru.

Salah satu peserta UMKM, Suci dari Tinari (Grabag), mengaku bangga bisa ikut serta dalam event perdana ini.
“Kami membawa produk baju hasil karya sendiri, dan senang sekali karena banyak pengunjung yang datang, bahkan sudah ada yang membeli,” katanya. Ia juga berharap penataan stan UMKM ke depan bisa lebih strategis agar semua pengunjung melewati area UMKM sebelum menuju panggung utama.

Tak hanya pelaku usaha, pengunjung pun menunjukkan antusiasme tinggi.
Puput, warga Muntilan, datang khusus setelah melihat informasi acara di media sosial. “Saya pecinta kopi, jadi senang banget bisa nemu stan kopi Mako Ketep di sini,” ujarnya sambil menikmati suasana malam Borobudur.

Baca juga: Wali Kota Magelang Ajak Warga Bersatu Cegah Stunting

Kolaborasi antara Pemkab Magelang dan Pemkab Gianyar, Bali, menambah semarak acara dengan pertunjukan budaya lintas daerah yang memukau ratusan penonton.
Borobudur Moon menjadi langkah nyata Pemkab Magelang dalam mengembangkan wisata malam berbasis budaya, sekaligus memperkuat posisi Borobudur sebagai pusat peradaban dan ruang kolaborasi budaya Nusantara.

Bagi para pelaku UMKM, Borobudur Moon bukan sekadar panggung dagang, tapi kesempatan emas untuk naik kelas, memperluas jejaring bisnis, dan menjadi bagian dari event wisata premium yang membawa semangat kebangkitan ekonomi lokal.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Magelang

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU