Selasa, 01 JULI 2025 • 21:11 WIB

Representasi Budaya dalam Batik Tegal, Antara Tradisi dan Modernitas

Author

Batik Tegal (DOK. Batik Prabuseno)

JAWA TENGAH - Sebagai satu kesatuan budaya dan ciri khas yang dimiliki masyarakat. Batik menjadi representasi dan makna setiap kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan identitas di daerahnya. Representasi merupakan cara untuk menghadirkan kembali makna yang dapat didemonstrasikan dan melekat pada media secara non-absolut, yaitu dapat diubah. 

Salah satu kota di pulau Jawa yang memiliki akses ke negeri lain yaitu Kota Tegal dengan daerah pesisir utara nya. Maka dari itu, tidak mengherankan jika batik berasal dari Tegal, dibesarkan oleh suatu kelompok pedagang Indonesia Belanda dan Cina, dan di pesisir utara Jawa lainnya seperti Pekalongan, Semarang, dan Lasem. Batik pertama kali populer di Tegal pada akhir abad ke-19 ketika masih didominasi oleh motif batik keraton yang kebanyakan berwarna hijau atau coklat.

Pada tahun 1908, RA memperkenalkan batik. Kardinah, yang juga membangun sekolah untuk perempuan pribumi bernama Wismo Pranowo, tempat dia mengajar cravat. Dari situlah batik Tegalan mulai berkembang. Proses pengenalan dan pembentukan secara historis menghasilkan ciri khas tie dye Tegalan yang berwarna-warni dan menghasilkan motif Rengrengan yang besar dan tersebar luas. Warna yang kontras dan lembut merupakan sebuah ciri khusus dari motif gaya pesisiran yang memiliki makna tegas dan lugas yang digambarkan seperti masyarakat kota

Disisi lain motif batik tegal sangatlah berbeda dengan motif batik daerah lainnya yang mana sangat didominasi warna coklat, biru dan motif yang berwarnaiwarni. Selain itu batik khas tegal sangat terkenal dengan menggunakan motif gambar atau motif reng-rengan besar atau melebar yang mengadung aneka flora dan fauna yang berasal dari daerah kabupaten Tegal. Hal ini menjadi penanda bahwa sebuah bentuk budaya tidak lepas dari kehidupan masyarakatnya. 

Berdasarkan pengertian tersebut, diketahui bahwa pengertian batik mempunyai sejarah yang panjang, yaitu dari segi corak dan asalnya. Batik berasalah dari bahasa jawa mbat dan tik : ngembat, artinya lempar berkali-kali, dan tick, artinya titik. Jadi, tie-dye secara harfiah didefinisikan sebagai proses melempar (secara metaforis) sapuan berkali-kali pada titik-titik yang dirancang dan bertekstur indah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Yotube/Halo Tegal

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU