PADI 2026 (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Keberadaan generasi muda menjadi kunci ketahanan Daerah, oleh sebab itu generasi muda juga harus mengamalkan ilmu dari generasi sebelumnya.
Hal ini berlaku di sektor pertanian Temanggung, yang mana generasi milenial kini mulai menanamkan jiwa-jiwa tani sebagai penerus.
Petani muda membawa pertanian Jateng menuju perkembangannya, namun mereka menerapkan segala bentuk kegiatan dengan memanfaatkan teknologi.
Pekan Agro Digital Inovasi (PADI) adalah salah satu organisasi pertanian yang kini sudah melahirkan banyak petani muda.
Baca juga: Gelaran MTQ Semakin Dekat, Sejumlah Keperluan Sudah Siap
Data dari panitia PADI 2026 menunjukkan, alumnus Bapeltan memiliki rentang usia bervariasi, mulai dari 19 tahun hingga kurang dari 40 tahun. Menurutnya, hal itu menjadi secercah harapan bagi keberlanjutan pertanian di Jawa Tengah.
Taj Yasin dalam kunjungannya menghadiri Pekan Agro Digital Inovasi (PADI) 2026 yang kembali digelar di Soropadan, Pringsurat, Temanggung, pada 23–27 April 2026 menyorotin pentingnya petani muda, untuk kembali ke sawah dengan memanfaatkan teknologi.
Taj Yasin menyampaikan, petani muda mempunyai peran dalam meneruskan sektor pertanian Jawa Tengah, yang telah menyokong ketahanan pangan nasional. Karena itu, dia mendukung penyelenggaraan PADI yang digagas oleh alumni Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan), yang telah menelurkan banyak petani muda berkualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng