Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 30 JANUARI 2026 • 09:00 WIB

Skrining Kesehatan Mental untuk 100 Anak di Magelang, Fokus Deteksi Dini Gangguan Belajar

Skrining Kesehatan Mental untuk 100 Anak di Magelang, Fokus Deteksi Dini Gangguan BelajarSkrining kesehatan mental anak di SDN 3 Mangunsari, Sawangan, Magelang (Pemkab Magelang).

JATENG - Sebanyak 100 siswa TK dan SD di Kabupaten Magelang mengikuti skrining kesehatan mental melalui program Soerojo Student Care. Kegiatan yang digelar Soerojo Hospital ini bertujuan mendeteksi dini gangguan mental pada anak, terutama yang berdampak pada fokus belajar, seperti Attention Deficit Disorder (ADD).

Perawat Poliklinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Soerojo Hospital, Ria Andini Saputri, menjelaskan bahwa kerja sama dengan sekolah, termasuk SD Mangunsari 3 dan sejumlah sekolah di Kecamatan Sawangan, menjadi kunci program ini. “Hasil skrining akan menjadi dasar rujukan ke fasilitas kesehatan pertama atau ke Soerojo Hospital untuk psikoterapi lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (15/1).

Baca juga: Iklim Tak Menentu, Dinkes Pekalongan Gelar Sosialisasi Kesehatan

Selain skrining, kegiatan ini juga mencakup edukasi parenting bagi guru dan orang tua yang disampaikan oleh dr. Bayu Soenarsana Putra, Sp.KJ, Ketua Tim Soerojo Student Care.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Budi Suprastowo, menekankan pentingnya deteksi dini kesehatan mental. “Dengan pendampingan sejak awal, kita dapat mencegah masalah berkembang lebih serius,” katanya.

Salah satu guru SD Mangunsari 3, Deneda Anggia Puspitaningtyas, menggagas inovasi Cakrawala (Cakupan Aksi Kesehatan Mental dan Ruang Ajar untuk Layanan Akademik), yang telah ditetapkan sebagai Inovasi Daerah Kabupaten Magelang 2024. Program ini dirancang untuk menangani siswa yang kesulitan belajar akibat gangguan fokus atau ADD.

“Anak dengan ADD rentang fokusnya sangat pendek, sulit berkonsentrasi dalam waktu lama,” jelas Deneda. Selain ADD, skrining juga mendeteksi gangguan emosional akibat adiksi HP dan gangguan bicara.

Terapi yang diberikan di Soerojo Hospital berupa psikoterapi kelompok melalui permainan edukatif dan terapi remedial bagi anak yang kesulitan baca-tulis-hitung (calistung). “Terapi bersifat berkelanjutan, biasanya dipantau perkembangannya setiap bulan,” tambah Deneda.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkab Magelang

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Skrining Kesehatan Mental untuk 100 Anak di Magelang, Fokus Deteksi Dini Gangguan Belajar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!