Nawal Yasin (DOK/Humas Pemprov Jateng)
JATENG - Lingkungan sekolah menjadi tempat di mana anak-anak mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang dapat membantu siswa meraih masa depan yang cerah.
Untuk lebih lancar dalam menyerap ilmu yang diajarkan guru, tentunya kondisi Sekolah yang aman dan nyaman adalah keinginan bagi para siswa.
Tanpa adanya tekanan ataupun paksaan baik dari orang tua ataupun lingkungan pergaulannya.
Di era sekarang, terkadang siswa tidak ingin berangkat ke sekolah lantaran banyaknya kasus perundungan yang dapat menimpa kapan saja.
Baca juga: Dinkes Pekalongan Segerakan Atasi Campam dengan Gelar Vaksinasi
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin dalam hal ini menanggapi bahwa kasus ini merupakan kasus yang cukup serius dan perlu penanganan yang mendalam.
Menurutnya penanganan ini tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh guru, berbagai pihak harus dikolaborasikan dalam kerjasama mengurangi tindakan bullying di sekolah.
Melalui kader-kader PKK yang ada di lingkungan masyarakat, dapat mengajarkan ibu-ibu dan anak-anak di sekitarnya untuk selalu menghargai orang lain dan tidak meremehkan orang lain.
Baca juga: Wiwitan di Lereng Sumbing, Tandai Awal Musim Tanam Tembakau Temanggung 2026
Hal ini guna untuk menghindari bullying di sekolah, penguatan ketahanan keluarga inilah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun karakter anak.
Nawal Yasin, menyampaikan hal itu dalam kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional di SMP Nasima Kota Semarang, Jumat (08/05/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemprov Jateng